Kuzushiji · くずし字
Sebelum mesin cetak, semua tulisan Jepang adalah tangan — dan tangan yang cepat menghasilkan bentuk yang mengalir, berubah, tak bisa dibaca tanpa latihan. 99% dokumen historis Jepang ditulis dalam kuzushiji.
Kuzushiji (くずし字) — secara harfiah "tulisan yang diruntuhkan/dirusak" — adalah gaya kaligrafi kursif historis yang digunakan secara luas di Jepang dari era Heian hingga Meiji. Hampir semua dokumen pra-modern Jepang (surat, buku, catatan resmi) ditulis dalam gaya ini.
Ironisnya, meski menyebut dirinya orang Jepang, 99% masyarakat Jepang modern tidak bisa membaca kuzushiji. Ini mendorong proyek digitalisasi besar-besaran — termasuk dataset Kuzushiji-MNIST (400.000 gambar, 49 kana) dari Center for Open Data in the Humanities Jepang.
💡 Kuzushiji bukan alfabet terpisah — ini adalah gaya penulisan yang bisa diterapkan ke kanji, hiragana, maupun katakana. Kita fokus pada 50 karakter hiragana yang paling sering muncul dalam dokumen historis.