Kuzushiji · くずし字
Banyak buku cetak balok dan manuskrip pramodern memakai bentuk kuzushiji yang sulit dibaca tanpa latihan khusus. Cakupannya besar, tetapi halaman ini tidak memberi persentase universal untuk semua dokumen Jepang.
Kuzushiji (くずし字) — secara harfiah "tulisan yang diruntuhkan/dirusak" — adalah gaya kaligrafi kursif historis yang digunakan secara luas di Jepang dari era Heian hingga Meiji. Kuzushiji banyak dijumpai pada surat, buku cetak balok, dan berbagai dokumen pramodern, dengan bentuk yang berbeda menurut periode, media, dan tangan penulis.
Kemampuan membaca kuzushiji tidak otomatis diperoleh dari literasi Jepang modern dan biasanya memerlukan pelatihan. CODH menyediakan beberapa dataset berbeda: Kuzushiji-MNIST memiliki 10 kelas, sedangkan Kuzushiji-49 memiliki 49 kelas; keduanya tidak boleh digabung menjadi satu statistik.
💡 Kuzushiji bukan alfabet terpisah — ini adalah gaya penulisan yang bisa diterapkan ke kanji, hiragana, maupun katakana. Kita fokus pada 50 karakter hiragana yang paling sering muncul dalam dokumen historis.